MEMBANGKITKAN INDUSTRI LOKAL BERBASIS ARSIP DI YOGYAKARTA

Posted: Desember 13, 2016 in Bincang Arsip, Mozaik Hikmah, Mozaik Opini, Uncategorized

*Tulisan lawas yang baru sempat diposting 🙂

Yogyakarta, di era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), merupakan salah satu kota dengan industri wisata potensial di Indonesia. Keunikan budaya tradisional yang dikemas secara modern menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Perkembangan industri wisata yang sedemikian pesat memicu pertumbuhan bisnis penginapan dan industri ritel modern. Yogyakarta, selain memiliki potensi di sektor pariwisata, ternyata memiliki banyak industri lokal yang sempat berjaya di masanya. Ragam industri lokal di Yogyakarta tersebut menjadi suguhan utama dalam Pameran Arsip 2016 yang diselenggarakan oleh Prodi Kearsipan Sekolah Vokasi UGM pada 13-15 Mei lalu. Pameran yang bertajuk “Menyingkap Arsip Industri di Yogyakarta” mengenalkan beberapa sektor industri lokal unggulan Yogyakarta, seperti industri logam/besi, industry kulit, industry batik, industry cerutu, dan industry gula.

Suguhan pameran arsip bertemakan industry merupakan salah satu upaya nyata bidang kearsipan untuk memberikan fondasi kebijakan pengembangan sektor industry daerah. Era MEA memang membuka peluang besar bagi Indonesia untuk menggeber produk-produk asli unggulan. Produk-produk asli Indonesia dominan digarap oleh para pelaku industry lokal yang tersebar di berbagai daerah, termasuk di Yogyakarta. Keberadaan para pelaku lokal tersebut, sayangnya, kerap tergeser perannya oleh pelaku industry yang memiliki modal besar dan jaringannya yang luas. Belum lagi dengan regulasi daerah yang sering menyulitkan industry-industri lokal untuk go internasional. Sajian arsip-arsip industry lokal di Yogyakarta diharapkan mampu membantu para pemangku kepentingan untuk dapat membangkitkan kejayaan industry-industri lokal yang pernah menjadi ikon Yogyakarta. Selain itu, arsip-arsip industry tersebut juga menjadi media efektif bagi investor, terutama investor asing, untuk dapat mengenal lebih dekat daerah tujuan investasinya. Pengenalan daerah investasi secara komprehensif juga dapat mengurangi dampak gesekan sosial dengan masyarakat setempat. Dengan demikian, para investor mampu berperan aktif dan bersinergi dengan masyarakat lokal dalam menumbuhkan pundi-pundi ekonomi yang saling menguntungkan.

Arsip sektor industry tak sekedar berbicara dinamika di satu sektor, tetapi pengaruh keberadaan suatu industry lokal terhadap sektor lain. Prof. Aiko Kurasawa dalam Masyarakat dan Perang Asia Timur Raya: Sejarah dengan Foto yang Tak Terceritakan juga berkisah tentang beberapa industry yang menjadi pendukung Jepang dalam menginvasi beberapa negara di Asia jelang Perang Dunia II. Keberadaan industry cetak, Ashashi Shinbun misalnya, menjadi modal utama Jepang untuk menyebarkan propagandanya melalui surat kabar. Beberapa industry otomotif pun ikut serta dilibatkan. Tentu saja industry-industri tersebut merupakan industry lokal Jepang yang kelak menjadi industry raksasa dengan pangsa pasar global. Secara garis besar, informasi yang terekam dalam arsip industry-industri tersebut juga mencerminkan kondisi sosial politik pada masa Perang Asia Timur Raya. Dapat disimpulkan bahwa arsip merupakan modal utama dalam membangkitkan industry-industri lokal. Kebangkitan industry-industri lokal menjadi salah satu penanda bahwa Indonesia siap menghadapi berbagai perubahan global dan siap menjadi salah satu negara tangguh di era MEA.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s